Mengenal Apa Saja Perbedaan Startup dan UMKM

Perbedaan Startup dan UMKM

Themarketmogul.com Perbedaan Startup dan UMKM. Salah satu perbedaan yang bisa di lihat dari starup dan UMKM adalah jangkauan pasar dan cara menjalankan usaha. Dalam menjalankan bisnis starup di mulai dari rintisan yang berusaha menjangkau pasar global. Sementara itu, UMKM adalah bisnis yang di jalankan oleh badan usaha kecil, mulai dari rumah tangga maupun individu. Walaupun begitu, keduanya memiliki peluang yang besar dalam menghasilkan keuntungan di masa depan. Lalu, bagaimana perbedaan antara kedua pelaku usaha tersebut? Yuk, simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Gambar by izin.co.id

Perbedaan

Startup dan UMKM merupakan dua jenis usaha yang bisa menggerakkan roda perekonomian di Indonesia. Kedua jenis usaha ini di butuhkan untuk membantu dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Berikut ini adalah perbedaan antara kedua pelaku usaha tersebut, antara lain:

1. Ide Produk

UMKM menggunakan ide bisnis yang berorientasi pada keuntungan, sehingga produknya dapat langsung di nikmati oleh konsumen. Kemudian, produk yang di tawarkan kebanyakan sudah menjamur dan banyak saingannya di masyarakat. Bahkah, ide bisnisnya sudah lazim dan tidak bersifat eksperimental.

Berbeda dengan startup yang menggunakan ide bisnis berupa pemberian layanan jasa kepada konsumen yang membutuhkan. Ide bisnis dari startup umumnya tidak lazim dan berkaitan dengan teknologi informasi. Biasanya produknya merupakan terobosan baru dan belum pernah ada di Indonesia.

2. Visi

Jika di lihat dari segi visi, startup dan UMKM memiliki perbedaan yang signifikan. Visi seorang founder startup cenderung untuk membawa pengaruh usaha terhadap dunia. Tidak heran apabila inovasi-inovasi yang di miliki oleh founder startup lebih besar dan berdampak lebih luas di pasar global.

Sementara itu, visi bisnis UMKM lebih sederhana, yaitu untuk mensejahterakan masyarakat di sekitar lingkungan. Kemudian, tujuan akhir dari bisnis UMKM adalah menjaga kelangsungan bisnis agar bertahan dengan waktu yang lama. Dampak yang di berikan dalam bisnis UMKM tidak sebesar perusahaan startup pada umumnya.

Gambar by kitalulus.com

3. Target Market

Cara mudah dalam membedakan startup dengan UMKM adalah melihat target pasarnya. Perusahaan startup memiliki target pasar yang tidak terbatas dengan jangkauan bisnis yang lebih luas. Oleh sebab itu, tidak heran apabila perusahaan startup selalu meningkatkan inovasi untuk mengembangkan dan meningkatkan target perusahaan.

Berbeda dengan UMKM yang memiliki target pasar lebih sederhana. UMKM cenderung menjangkau pasar lokal, meski tidak menutup kemungkinan untuk dapat menjangkau sampai ke luar negeri. Dalam menjangkau pasar internasional, bisnis UMKM memiliki prosedur yang lebih rumit di bandingkan dengan jangkauan startup yang lebih luas.

4. Sumber Dana

Perbedaan startup dan UMKM yang paling menonjol terletak pada sumber dananya. Sumber dana bisnis UMKM di dapatkan dari tabungan pribadi, bantuan dari kerabat, hingga mengambil pinjaman bank. Bisnis UMKM lebih banyak memutarkan modal, jadi apabila sewaktu-waktu membutuhkan dana yang lebih besar biasanya akan meminjam ke bank.

Sementara itu, perusahaan startup mendapat sumber dana dari modal pribadi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu perusahaan akan menggandeng atau mencari investor untuk mengembangkan usahanya. Dana yang di peroleh dari investor akan jauh lebih besar di bandingkan mengambil pinjaman dari bank.

Gambar by kitalulus.com

Demikian penjelasan menarik tentang mengenal apa saja perbedaan startup dan UMKM yang di sampaikan dalam artikel di atas. Semoga setelah membaca pembahasan artikel ini, Anda dapat memahami dengan baik, menjadikan tambahan referensi, menambah pengetahuan, wawasan dan bisa menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.