Tahapan dan Contoh Keputusan Investasi

Contoh Keputusan Investasi – Ketika manajemen keuangan mengatur dana investor, mereka membuat keputusan investasi. Salah satu hal yang harus di pertimbangkan secara menyeluruh oleh para investor adalah pengambilan keputusan investasi. Keputusan ini tidak hanya akan berdampak sebelum menanamkan modal, tetapi juga saat anda sudah memiliki instrumen investasi. Para investor melakukan hal ini untuk memaksimalkan keuntungan sambil mengurangi risiko.

Apa saja indikator dan dasar yang harus di perhatikan saat membuat keputusan investasi? Lihat penjelasannya di artikel ini!

Apa itu Keputusan Investasi?

Ketika manajer keuangan mengalokasikan dana ke berbagai jenis aset, mereka membuat keputusan investasi. Para investor nantinya mengharapkan hasil keputusan investasi mereka akan menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu, keterkaitan keputusan investasi adalah proses memilih instrumen alternatif yang di anggap lebih menguntungkan dengan tujuan mengurangi kerugian perusahaan. Namun, keuntungan dan risiko harus di pertimbangkan saat memilih keputusan investasi.

Anda harus mengetahui dua karakteristik keputusan investasi:

  • Dalam proyek independen, investor memilih entitas usaha yang dapat diandalkan.
  • Dalam proyek eksklusif, keputusan investasi sudah lebih selektif karena fungsinya.

Tahapan dan Contoh Pengambilan Keputusan Investasi

Setelah mempelajari dasar-dasar keputusan investasi, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk menanamkan modal:

1. Menentukan Tujuan Investasi Anda

Menentukan tujuan yang matang adalah salah satu faktor yang paling penting dalam membuat keputusan investasi, dan anda harus memperhatikannya. Investor harus mengetahui apakah tujuannya untuk berinvestasi untuk jangka panjang atau pendek, dan mereka juga harus menentukan tingkat risiko yang akan mereka hadapi nantinya. Dalam kebanyakan kasus, ketika investasi melibatkan risiko tinggi, keuntungan yang akan di peroleh juga akan meningkat, begitupun sebaliknya.

2. Kebijakan Investasi

Pada tahap ini juga, investor sudah mulai membuat keputusan tentang alokasi aset, yang kemudian di kenal sebagai keputusan alokasi aset. Pada titik ini, keputusan investasi terdiri dari pembagian dana yang di miliki. Dana ini dapat didistribusikan ke instrumen seperti reksa dana, saham, obligasi, atau aset lainnya.

3. Memilih Strategi untuk Portofolio Anda

Anda dapat memilih untuk berinvestasi dalam portofolio aktif atau pasif. Investor dalam strategi portofolio aktif akan menggunakan informasi dan metode yang mereka miliki untuk menemukan kombinasi yang lebih baik. Dalam strategi portofolio pasif, investor hanya melihat kinerja indeks di pasar modal.

4. Memilih Jenis Aset

Setelah menentukan strategi portofolio, langkah selanjutnya dalam membuat keputusan investasi adalah memilih jenis aset. Pada titik ini, setiap sekuritas yang akan di masukkan ke dalam portofolio investasi harus di evaluasi.

5. Ukuran dan Penilaian Kerja Portofolio

Ini adalah langkah terakhir dalam mengambil keputusan investasi dan sangat penting untuk diperhatikan. Jika investor telah menyelesaikan tahapan pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio tetapi hasilnya tidak memuaskan, maka keputusan investasi harus di mulai dari awal hingga mencapai keoptimalan.

Baca Juga :

***