Market Value Added (MVA): Pengertian dan Cara Menghitungnya

Market Value Added

Themarketmogul.comMarket Value Added atau lebih di kenal dengan MVA adalah suatu konsep di bidang manajemen keuangan yang di gunakan untuk menghitung nilai ekstra. Kemudian, MVA di buat oleh perusahaan untuk para pemilik sahamnya. Fungsi MVA untuk mengukur perbedaan antara nilai pasar terbaru dari perusahaan dengan modal yang di tanam oleh pemegang saham. Selain itu, juga bisa menunjukkan besar nilai yang di ciptakan perusahaan untuk pemegang saham dalam jangka waktu tertentu. Jika nilai MVA positif, artinya perusahaan berhasil membuat nilai lebih tinggi bagi pemegang saham. Sebaliknya, nilai MVA yang negatif bisa membuat perusahaan tidak berhasil memberikan nilai tambah yang cukup bagi pemegang saham.

Gambar by corporatefinanceinstitute.com

Pengertian

Market Value Added adalah nilai tambah pasar atau perhitungan yang menunjukkan perbedaan antara nilai pasar dari satu perusahaan dengan modal yang di tanamkan oleh nvestor. Pada intinya, MVA adalah nilai pasar utang dan ekuitas yang di kurangi seluruh klaim modal milik perusahaan. MVA berkaitan dengan konsep nilai tambah ekonomi (EVA) yang mewakili Net Present Value (NPV) dari serangkaian nilai EVA. Selanjutnya, fungsi MVA bisa di jadikan sebagai indikasi kapasitas untuk meningkatkan nilai dari pemegang saham dalam jangka waktu tertentu. Adapun beberapa pengertian lain dari MVA, antara lain:

1. Representasi Nilai

Ada yang mengartikan MVA sebagai representasi nilai yang di ciptakan oleh suatu perusahaan. Artinya, tindakan dan investasi manajemen perusahaan mempengaruhi nilai yang akan di hasilkan oleh MVA. Nilai yang di hasilkan perusahaan akan di representasikan dalam perhitungan hasil MVA.

2. Indikasi Nilai Tindakan dan Investasi

MVA yang tinggi adalah bukti bahwa nilai tindakan dan investasi manajemen lebih besar di bandingkan nilai modal yang di tanamkan oleh pemegang saham. Sebaliknya, MVA yang rendah adalah indikasi bahwa nilai tindakan dan investasi manajemen lebih rendah di bandingkan nilai modal dari pemegang saham.

3. Bukan Indikasi Kinerja Manajemen

MVA bukan indikasi kinerja manajemen, sehingga tidak boleh di gunakan selama pasar bull yang tinggi dan harga saham yang naik secara umum. Karena MVA tidak bisa di artikan sebagai indikasi kinerja manajemen. Artinya, tidak menunjukkan keefektifan kinerja manajemen perusahaan.

Gambar by majoo.id

Cara Menghitung Market Value Added

MVA dapat di ketahui besaran nilainya dengan menghitung menggunakan rumus yang sudah di tentukan. Rumus yang di gunakan untuk mengetahui hasil besaran nilai MVA, antara lain:

MVA = Nilai Pasar Saham – Nilai Buku Ekuitas Pemegang Saham

Untuk menentukan nilai pasar saham, Anda bisa mengalikan saham yang beredar dengan harga pasar saat ini (per saham). Apabila suatu perusahaan menawarkan saham preferen dan biasa, maka keduanya bisa di jumlahkan untuk menghasilkan total nilai pasar.

Agar lebih mudah dalam menghitungnya bisa menggunakan rumus dalam mencari nilai tambah pasar, antara lain:

Nilai tambah pasar = Total Nilai Pasar Saham – Ekuitas Pemegang Saham

Selain itu, MVA di hitung dengan menemukan total nilai pasar saham perusahaan. Ekuitas pemegang saham atau modal awal bisa di kurangi jumlah yang sudah di hasilkan. Nilai MVA yang tinggi lebih di sukai sebab menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan banyak uang untuk menutupi biaya modalnya. MVA menunjukkan metrik kekayaan yang di pakai untuk mengukur jumlah modal yang sudah di investasikan pemegang saham melebihi nilai perusahaan saat ini. Secara sederhana, MVA menentukan bisnis sudah meningkat atau menurun nilainya dari awal.

Gambar by emtrade.id

Demikian penjelasan menarik tentang market value added (MVA): pengertian, fungsi, dan cara menghitungnya yang di sampaikan dalam artikel di atas. Semoga setelah membaca pembahasan artikel ini, Anda dapat memahami dengan baik, menjadikan tambahan referensi, menambah pengetahuan, wawasan dan bisa menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.