Bagaimana Menentukan Gross Profit Margin yang Baik

Bagaimana Menentukan Gross Profit Margin yang Baik

Themarketmogul.com Gross profit margin yang baik tentu saja di butuhkan oleh sebuah perusahaan demi bisa membuat adanya laporan laba juga rugi. GPM sudah di kenal menjadi salah satu rasio keuangan dalam membantu mengevaluasi keuangan perusahaan secara komprehensif. Dengan begitu, tentu saja perusahaan jadi bisa mengetahui sudah sejauh mana perkembangan terkait bisnis yang sedang mereka jalani. Serta terbilang jauh efisiensi secara operasional bagi perusahaan bisa berjalan lancar. Bagi kamu yang ingin mencoba memahaminya lebih dalam, maka lihatlah sedikit ulasan terkait GPM d bawah ini !

Memahami Gross Profit Margin yang Baik

Seperti apa yang telah mimin singgung di atas, GPM sendiri merupakan rasio keuangan yang dapat di percaya dalam menghitung laba kotor perusahaan. Itu semua bisa terjadi ketika kamu sudah mengurangi biaya langsung terkait produksi barang. Pengurangannya tak termasuk pada biaya lainnya, terkecuali harga pokok penjualan atau HPP. Nah, ini juga sudah sangat sering di katakan sebagai persentase penjualan.

Dalam konteks operasional, gross profit margin memiliki target rasio tersendiri yang mencakup industrinya, strategi penjualan, hingga kondisi pasar. Umumnya, margin dengan persentase 5% akan di anggap rendah dan 10% di anggap baik. Kemudian ketika persentase di atas 10%, maka retensi penerima laba terbilang tinggi. GPM ini tentunya bisa membantu kamu dalam mengukur efisiensi perusahaan dalam memproduksi produk dan menghasilkan profit. Ketika nantinya sangat sering mengalami fluktuasi, maka terdapat indikasi bahwasannya praktik manajemen ini buruk / produk penjualan rendah. Akan tetapi, bisa juga terjadi lantaran fluktuasi ini memiliki perubahan aktivitas perusahaan yang nantinya terjadi volatilitas sifat sementara.

Fungsi Adanya Gross Profit Margin

Faktor yang paling mendominasi dalam pengukurannya ada pada pendapatan atau laba dari perusahaan itu sendiri. Dalam artian, makin tinggi gross profit margin, maka akan makin cepat juga mencapai break even poin & bisnis mendapat keuntungan. Sebab itulah, GPM terbilang lebih baik dalam mengukur kinerja perusahaan pada tiap periodenya demi bisa membandingkan pada bisnis industri yang sama.

Adapun fungsi dan manfaat lain dari perusahaan yang bisa kamu rasakan : 

  1. GMP bisa membantu kamu dalam menentukan harga produk, pengendalian biaya produksi, serta keefisiensian operasional perusahaan.
  2. Pendekatan para Investor terhadap penggunaan GPM ini terbilang tinggi. Itu semua demi bisa menilai kinerja keuangan perusahaan sebelum berinvestasi.
  3. Membandingkan adanya kinerja perusahaan dengan para pesaing sejenis di dalam industri yang sama. Nantinya, akan terlihat sejauh mana perkembangan terkait laba dengan kompetitor
  4. Trend GPM mampu membantu kamu dalam mengidentifikasikan potensi masalah di dalam operasi bisnis.
  5. Bisa mengidentifikasi terkait efisiensi sebuah perusahaan saat melakukan pengelolaan biaya produksi maupun penyediaan barang juga jasa.
  6. Mampu memberikan gambaran terkait kesehatan bisnis kepada stakeholder, di dalamnya mencakup : supplier, distributor, sampai ke pemilik saham.
  7. Trennya juga bisa membantu kamu dalam meningkatkan adanya arus kas dari perusahaan.

Rumus Perhitungan GPM

Demi bisa memahami lebih jauh terkait tentang gross profit margin yang baik, maka kamu bisa menghitungnya berdasarkan rumus berikut : 

Berikut ada sedikit contoh yang bisa kamu lihat dalam perhitungannya. Contoh : ada toko bangunan dengan nama PT. Mudah Maju yang menjual berbagai macam kebutuhan bahan bangunan. Yakni ada semen, batu bata, alat perkakas, dan semacamnya. Di akhir periode, PT. Mudah Maju rupanya akan membuat laporan terkait laba atau rugi dari perusahaannya. Nah, catatan laba penjualan secara bersih tercatat Rp. 1.500.000.000 rupiah. Sedangkan untuk HPP pada periode yang sama, sebesar Rp. 450.000.000. Lalu, berapakah gross profit margin dari perusahaan Mudah Maju ini ? …

Jawab Tahapan 1 : 

  • Gross Profit = penjualan bersih – harga pokok penjualan
  • Gross Profit = Rp. 1.500.000.000 – Rp. 450.000.000
  • Laba Kotor = Rp. 1.050.000.000

Jawa Tahapan 2 : 

  • Gross Profit Margin / GPM = laba kotor : penjualan bersih
  • GPM = Rp. 1.050.000.000 : Rp. 1.5000.000.000
  • GPM = 0,7 atau persentasenya sebesar 70%

Dari perhitungan inilah, bisa terlihat bahwa PT. Mudah Maju sudah menjalankan adanya operasional bisnisnya yang terbilang efektif.